Chapter 1
Arrive in Paris
Ketika James turun dari pesawat, dia langsung teriak "AKHIRNYA NYAMPE JUGA DI PARIS". James langsung membuka handphonenya, ketika dia sedang jalan ketempat pengambilan bagasi. James sangat benci naik pesawat karena dia hanya bisa menonton film dari televisi yang kecil di bangku, main games dari Ipadnya atau tidur. James tidak sabar agar dia bisa segera sampai di Paris karena dia ingin sekali membuka handphonenya, sampai hampir sebagian dari teman James menyebut James dengan 'hanphone freak'. James tidak bisa berhenti melihat handphonenya karena dia harus membalas sms dari Melani. Melani itu adalah pacar James, mereka pacaran sudah hampir dua tahun. James selalu membalas sms dari Melani dengan cepat karena dia tidak ingin membuat Melani menunggu.
James mengubungi saudaranya Stefanus dan Sandra yang tinggal di Paris semenjak mereka anak kecil sampai sekarang. James menghubungi dia karena dia ingin meminta saudaranya itu untuk menjemput dia di bandara, James pun sampai ke tempat pengambilan bagasi, lalu dia pun mengambil rolley untuk mengangkat semua barang dia yang berat. Hampir 5/8 isi koper James adalah titipan makanan dan baju dari Indonesia untuk saudaranya,
20 menit berlalu, dan belum satu pun koper yang keluar dari tempat bagasi itu. Ketika James ingin menanyakan kepada petugas, dia mendengar suara roller dari tempat bagasi menyala. James langsung melihat sebuah koper berwarna cokelat tua di depannya, dia langsung mengambilnnya tanpa melihat tag nama yang berada di koper, dia pun lanjut untuk mengambil kopernya yang lain. Setelah selesai mengambil semua koper miliknya dia pun berjalan ketempat pengecekan bagasi yang tidak jauh dari tempat pengambila bagasi.
James harus mengantri panjang untuk bisa penjaga itu bisa mengecek kopernya. Setelah giliran James datang, James pun menunjukan sticker bagasi dan semua koper yang berada di trolley itu. Dengan pelan pelan penjaga itu mengecek semua koper milik James karena koper milik James terlalu banyak. Penjaga itu pun bingung karena nomor di tag kopernya itu berbeda dengan sticker bagasi yang tadi James kasih ke penjaga itu. Lalu penjaga itu berbicara pada James "koper ini bukan milikmu", Setelah James mendengar omongan dari penjaga barusan dia langsung mengecek koper itu. Dia tidak salah kalau itu koper miliknya. Koper yang bewarna cokelat tua ini, adalah koper kesayanganya James. Meskipun koper ini sudah terlihat agak jelek, akan tetapi koper ini sangat kuat karena tahan dengan bantingan dan juga besar sehingga James pun bisa mengisi koper itu dengan banyak hal. James lalu berkata "ini benar kok koper ku" dengan bahasa inggris yang lancar. Lalu penjaga menunjukan nomor di tag koper dan di sticker bagasi, kalau menunjukan nomor yang tidak sama.
To be continued.....